Friday, April 10, 2009

Akhirnya Gundul Sudah


Akhirnya gundul sudah kepala ini, memenuhi kaul untuk menggundulkan diri kalo gaji tahun ini ga naik lagi. Beginilah nasib orang gajian, berharap dari kebijakan perusahaan yang seringkali ga menentu dan selalu berubah-ubah, yang ada hanya berharap dan berharap. Tahun ini perusahaan kasih alasan karena krisis global yg terjadi di Amerika sana, meskipun di Indonesia tidak terlalu kena imbas. Entah tahun depan ada alasan apalagi. Meskipun secara nyata2 bahwa krisis yang terjadi hanya 2-3 bulan terakhir di tahun 2008, tapi akibatnya se akan2 kinerja sepanjang tahun dianggap tidak ada artinya. Padahal secara lokal perusahaan katanya ada kenaikan 30 % dari tahun lalu, cuma ya itu pintar2nya manajemen membuat alasan dan kebijakan. Sekarang tinggal kita yang harus menentukan pilihan, mau tetap jadi orang gajian atau take another action. Kalo kata orang londo 'Take it or leave it".

Saturday, March 28, 2009

Mesin Isi Pulsa Tunai


Nah ini mungkin bisa jadi action saya pertama di tahun 2009. Secara ga sengaja saya ketemu sejenis mesin ATM yang fungsinya untuk isi ulang pulsa secara tunai di koperasi kantor. Setahu saya ini suatu terobosan baru dalam metode pengisian pulsa yg ada di Indonesia. Saya tertarik karena mesin sejenis pernah saya lihat ketika saya bertugas di Hongkong, cuma bedanya mesin disana untuk pembelian tiket MTR baik untuk yang sekali jalan maupun yang berupa prepaid. Terinspirasi dari mesin itu dan melihat potensi pengguna pulsa isi ulang yang ada di negeri ini, saya pun bertanya lebih lanjut perihal mesin ini kepada produsen mesin ini. Singkat kata ketika informasi sudah cukup detil, dengan di backup oleh team mereka saya mencoba memasukkan proposal ke beberapa tempat, seperti :
- Food Court yang ada di gedung Sampoerna Strategic Square,
- Helios Gym yang ada di gedung WTC dimana tempat saya biasa berolah raga,
- Koperasi sekolah Labschool, ditempat anak saya sekolah.

Ya Allah semoga ini bisa kembali membangkitkan semangat kewirausahaan saya kedepannya... amien.

Mengawali Tahun 2009

Mengawali tahun 2009 untuk orang2 sukses biasanya akan membuat sebuah resolusi setahun kedepan dan mengevaluasi resolusi ditahun lalu, mereka biasanya akan menuliskan dan menempatkan ditempat yang setiap saat bisa mereka lihat sebagai pemicu motivasi ketika mereka sedang down. Itu juga sebenarnya yang ingin saya contoh dari kebiasaan2 positif yang mereka miliki, tapi mungkin karena faktor kebiasaan sehingga seringkali agak malas untuk menuliskan atau memvisualkannya. Yang pasti ada beberapa hal yang tahun 2009 ini akan menjadi konsentrasi saya, misalnya :
- Menuntaskan problem yang masih ada di tahun 2008,
- Menyiapkan anak sulungku masuk SMP,
- Menyiapkan anak bontotku masuk TK,
- Membangun lagi spirit yang dah ngedrop, salah satunya dengan mengikuti workshop property,
- Melakukan satu action yang bisa menjadi awal persiapan untuk bisa resign dari kantor di tahun ini.

Vakum di 2008

Mungkin dah setahun lebih saya ga posting...hhmmm bukan seorang blogger yg baik dan benar.
Tapi apa mau di kata... sepanjang 2008 saya memang terkendala banyak hal baik teknis maupun non teknis... akibatnya semangat ber blogging ria agak mengendur, karena merasa tidak ada hal-hal yg bisa di share disini... Yang pasti tahun 2008 benar-benar menjadi tahun pembelajaran buat saya dan keluarga... dari belajar mencari partner bisnis, belajar memahami perjanjian kerjasama, belajar mengontrol emosi dalam kondisi tersulit sekalipun, belajar tenggang rasa... dan banyak hal. Memang itu hanya sedikit dari ilmu yang harus kita pelajari dalam hidup, dan proses belajar ini akan terus berlangsung sampai akhir hayat kita untuk menjadikan kita manusia yang lebih berkualitas, lebih baik dan lebih baik lagi.

Wednesday, January 30, 2008

Catatan Yang Tertinggal 1 (Jelang 2008)

Seperti biasanya, saya bukanlah orang yang rajin mendokumentasikan segala sesuatu dalam bentuk catatan, meskipun itu merupakan hal yang cukup penting. Seringkali ada catatan yang tertinggal untuk dituliskan apalagi diposting di blog, sampai akhirnya terlupakan.
Menjelang peralihan ke tahun 2008 (27 Desember 2007),
kami sekeluarga menyempatkan diri untuk berkunjung ke Jogja. Disamping untuk mengisi liburan akhir tahun yang biasanya hanya seputaran Jabodetabek, kunjungan kali ini juga bertujuan untuk silaturahmi dengan keluarga dari pihak istri yang ada di Jogja dan salah satunya juga sedang dalam perawatan akibat stroke.
Perjalanan kali ini adalah perjalanan terjauh yang pernah saya lakukan dengan membawa kendaraan sendiri bersama keluarga. Kami berangkat jam 7 pagi dari Jakarta melalui pantura, dan dari brebes memotong di Ketanggungan yang munculnya di Wangon, dan kami sempat beristirahat , shalat dan makan siang di SPBU yang ada di daerah banyumas kalo ga salah. SPBU ini dimiliki oleh seorang pengusaha banyumas yg cukup terkenal (saya lupa namanya), dengan fasilitas tempat parkir yang luas, mushola yang besar ber AC dan pemandangan sekitar yg cukup bagus. Setelah beristirahat sekitar 1 jam, kami melanjutkan perjalanan menuju Jogja. Singkat cerita kami mulai memasuki wilayah Jogja sekitar jam 7 malam dengan disambut hujan yang sangat lebat sampai2 jarak pandang hanya sekitar 2 m. Sambil merayap dalam kecepatan kurang dr 40 km/jam, tiba-tiba kami dikejutkan dengan suara benturan "bletak" disamping kanan mobil.... ternyata spion kami sudah hilang entah kemana.... kata istri saya tadi dari arah berlawanan sebuah mobil box menyalib dengan cepat sekali dan menyenggol kaca spion kami. Ya mau diapain lagi, hujan lagi lebat2 nya, boro2 kepikiran mau ngejar. Akhirnya kendaraan kami terus berjalan tanpa menggunakan spion. Kemudian kami mencoba menelpon beberapa hotel untuk kami menginap, meskipun sebelumnya dari jakarta kami juga sudah coba mencari. Namun hampir sebagian besar hotel dan penginapan yang kelas ekonomis sudah fully book sampai dengan tanggal 1 Januari 2008, terutama sekitar malioboro.